Lingkungan
merupakan unsur yang sangat berperan penting bagi kehidupan mahluk hidup,
terutama manusia. Kehidupan manusia sehari-hari tidak lepas dari lingkungan.
Semua aktifitas manusia membutuhkan peran lingkungan baik untuk makan, minum,
bekerja, dan bahkan beristirahat pun memerlukan dukungan lingkungan hidup yang
baik. Oleh karena itu, lingkungan yang baik bisa dibilang merupakan salah satu
unsur utama dalam kehidupan manusia. Mahluk hidup membutuhkan lingkungan untuk
tetap bertahan hidup dan tidak punah. Lingkungan bahkan dapat diartikan sebagai
tempat kehidupan, karena disinilah manusia dapat menemukan bahan-bahan makanan
untuk nantinya diolah sebagai konsumsi sehari-hari, oksigen untuk bernafas,
tempat tinggal yang nyaman untuk manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan.

Lingkungan
mempunyai pengaruh dan kepentingan yang terbesar dibandingkan tiga faktor
lainnya dalam berperanan sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi derajat
kesehatan masyarakat. Termasuk dalam kategori lingkungan di sini antara lain
adalah lingkungan fisik, sosial budaya, pendidikan dan pekerjaan. Berdasarkan
hasil penelitian Robert Tilden University Of Michigan (Taunaumang, A (1993)
yang mengadakan penelitian pada 65 negara berkembang yang dilaksanakan antara
tahun 1960-1965 dan terhadap 6 negara pada tahun 1974, dapat disimpulkan bahwa
dengan peningkatan pendidikan akan meningkatkan umur harapan hidup secara
bermakna. Umur harapan hidup merupakan salah satu indikator utama dalam
menentukan derajat kesehatan suatu bangsa. Dengan demikian dapat dikatakan
bahwa pelayanan kesehatan yang baik, belum tentu dapat meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat secara maksimal, jika tidak disertai dengan peningkatan
kondisi lingkungan serta perubahan perilaku ke arah yang menguntungkan
kesehatan.
Menurut Blum ada empat peranan lingkungan dalam menyebabkan gangguan
kesehatan, yaitu :
1.
Sebagai agent (
penyebab penyakit)
Contoh peran lingkungan sebagai penyebab penyakit :
adanya beberapa mikroba penyebab penyakit baik dari golongan bakteri, jamur,
virus maupun protozoa, adanya zat-zat kimia di lingkungan, adanya radiasi,
tekanan udara, aliran listrik dan sebagainya.
2.
Reservoir
,
Peran lingkungan sebagai reservoir dapat dijelaskan
dengan adanya manusia, hewan dan benda sebagai tempat berkembang biaknya
bibit penyakit. Contoh: air kotor, sampah dan sebagainya.
3.
Vektor
Peran lingkungan sebagai penular atau penyebar
penyakit dikarenakan di lingkungan terdapat beberapa hewan yang berperan
sebagai vektor penular atau pemindah bibit penyakit sehingga terjadi
penularan. Contoh: lalat, kecoa, nyamuk dan sebagainya.
4.
Medium Transmisi
Peran lingkungan sebagai medium transmisi
dikarenakan lingkungan dapat berperan sebagai benda perantara agent. Contoh:
udara, air, makanan dan sebagainya.
Hubungan Manusia dengan
Lingkungan
a.
Status kesehatan merupakan
refleksi dari hasil akhir interaksi kompleks antara sistem biologis internal
dan sistem lingkungan eksternal secara
keseluruhan.
b.
Sistem penyangga kehidupan
menyediakan kebutuhan dasar reaktivitas manusia.
c.
Akibat aktivitas manusia (industri,
pertanian, transportasi, pemukiman) menghasilkan limbah dan residu.
d.
Limbah dan residu selanjutnya mempengaruhi sistem
penyanga kehidupan dan juga kesehatan manusia.
Sumber
Perubahan Lingkungan
a.
Aktivitas Manusia
Perilaku manusia juga dapat memngaruhi perubahan
lingkungan. Terutama penebangan hutan secara terus menerus untuk pmbangunan
industri, transportasi, dan pemukiman menghasilkan limbah yang menurunkan
kualitas lingkungan.
b.
Aktivitas Alam
Letusan gunung berapi, banjir, badai, gempa bumi
merubah kualitas air, udara, tanah, makanan, vektor atau manusia sendiri.
c.
Komponen lingkungan yang
bertindak sebagai media atau perantara terjadinya penyakit di masyarakat.
Peran
Lingkungan dalam Menimbulkan Penyakit
a.
Lingkungan sebagai faktor
predisposisi (faktor kecenderungan)
b.
Lingkungan sebagai penyebab
penyakit (penyebab langsung penyakit)
c.
Lingkungan sebagai media
transmisi penyakit (sebagai perantara penularan penyakit)
d.
Lingkungan sebagai faktor memengaruhi
perjalanan suatu penyakit (faktor penunjang).
Dampak
Perubahan Lingkungan
a.
Eksploitasi yang melampaui batas sehingga persediaan
Sumber Daya Alam makin menciut (depletion)
b.
Punah atau
merosotnya jumlah keanekaan jenis biota
c.
Berubahnya ekosistem alami yang mantap dan seimbang
menjadi ekosistem binaan yang tidak mantap karena terus menerus memerlukan
subsidi energi
d.
Berubahnya profil permukaan bumi yang dapat mengganggu
kestabilan tanah hingga menimbulkan longsor
e.
Masuknya energi bahan atau senyawa tertentu ke dalam
lingkungan yang menimbulkan pencemaran air, udara, dan tanah. hal ini berakibat
menurunnya kualitas lingkungan hidup. Pencemaran dapat menimbulkan dampak
negatif pada lingkungan dan terhadap manusia itu sendiri.
Cara Menanggulangi Masalah Lingkungan
Menurut B.N Marbun :
1.
Menciptakan peraturan standar yang mengatur segala
seluk-beluk persyaratan pendirian pabrik atau industri.
2.
Adanya perencanaan lokasi industri yang tepat.
3.
Memilih proses industri yang minim polusi dilihat dari
bahan baku, reaksi kimia, penggunaan air, asap, penyimpanan bahan baku dan
barang jadi, serta transportasi dan penyuluhan buangan.
4.
Pengelolaan sumber air secara berebcana disertai
pengamatan terhadap segala aspek yang berhubungan dengan pengolahan air
tersebut.
5.
Pembuatan sistem pengelolaan air limbah secara
kolektif dari seluruh industri yang berada dilokasi tertentu.
6.
Penanaman pohon secara merata dan berencana diseluruh
kota.
7.
Peraturan dan penataan dan penggunaan tanah dasar
rencana induk pembangunan kota sesuai dengan peruntukannya secara seimbang.
8.
Perbaikan lingkungan sosial ekonomi msyarakat hingga
mencapai taraf hidup yang
memenuhi pendidikan komunikasi dan kebutuhan sehari-hari.






0 komentar:
Posting Komentar